Hoon: Agony

PT.1 Hoon: Rain

tumblr_n9xe6o85E71slkqb0o1_500

Hi Hoon, bagaimana kehidupanmu disana?

Masihkah kau menatap orion di langit barat?

Atau masihkah kau menari dalam hujan yang mendera

Hoon, aku mulai kecandauan americano, lagi..

Bahkan saat aku menulis ini untukmu ada americano di sampingku.

Kata orang rasa pahit americano mampu mengalihkan rasa pahit yang kau rasa di hatimu, tapi entahlah sudah bergelas-gelas yang kuhabiskan tapi rasa sakit ini masih ada.. aku sendiri bingung kenapa rasa sakit ini ada. Mungkin sakit ini telah lama tersimpan dalam diriku namun aku tak merasakannya, dan sekarang sakit itu muncul kembali saat aku merasakan sepi. Seperti ada ruang kosong dalam hatiku, dan kini mulai terisi dengan ribuan jarum yang siap memberikanku luka.

Kau tak perlu khawatir Hoon, aku pasti bisa mengatasinya, aku pasti bisa menghilangkan rasa sakit ini, walaupun obat yang paling kubutuhkan adalah senyum bodohmu yang tak lagi dapat kulihat di depan mataku, tapi aku tak boleh egois. Kau bukan lagi milikku sekarang. Kau milik mereka..

Berbahagialah Hoon. Aku harap kau bisa berbahagia disana. Setidaknya hal itu dapat mengurangi rasa sakit ini, walaupun aku hanya bisa melihat senyum itu terkembang di balik layar kaca, walaupun aku tak lagi bisa merasakan deru nafasmu, tapi tak apa setidaknya mereka kini punya penghibur terbaik, seperti yang kupunya dulu. Aku merindukan senyum bodohmu Hoon, dan selalu akan.

CEvgVUmWEAEOmW8

Advertisements

2 thoughts on “Hoon: Agony

  1. Pingback: Hoon: Empty | Unspoken Stories

  2. Pingback: Hoon: Another Hoon – Unspoken Stories

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s