Hoon: Empty

PT.1 Rain || PT.2 Agony

girlgirlylightmagicbeautygirllonelyphotography-9e34f94c9a649c574034b7a7afbef78d_h_large

Hi Hoon, bagaimana kabarmu? Ini sudah hampir dua tahun sejak terakhir kali kita bertemu, kau ingat? Maafkan aku kalau mengeluh lagi kepadamu lewat email-email bodoh ini. Tapi aku tidak tahu harus bercerita kepada siapa setelah abeoji meninggal. Kau tahu kan aku tidak ingin menambah kesedihan eomma dengan keluhanku. Jadi sekali lagi aku ingin meminta maaf kepadamu karena aku memenuhi alamat emailmu dengan keluhanku. Aku tidak pernah berharap balasan darimu Hoon, hanya saja.. hanya saja dengan menulis email ini kepadamu aku merasa kalau kau sedang berada di depanku, mendengar ceritaku. Aku suka caramu mendengar ceritaku, meski kau mungkin hanya diam saja tak melakukan apapun, tapi aku tahu hatimu tercurah kepadaku saat itu. Apa yang kau lakukan itu benar Hoon. Kau tak perlu jadi sok bijak dengan memberi komentar, kritik, atau saran. kau hanya diam tapi kau ada, kau ada disana dengan senyum bodohmu yang menghangatkan. Dan aku merindukan itu kau tahu.

Hoon, entah mengapa akhir-akhir ini aku merasa sepi, kosong, seperti ada lubang yang sangat dalam dihatiku. Rasanya kosong, benar-benar kosong. Mungkin ada yang salah dengan diriku. Aku tak bisa lagi merasakan manisnya sorbet strawberi dari kedai paman Ian. Rasanya aneh. Aku bahkan kini mulai menyalahkan matahari musim panas yang begitu terang menyinari Busan. Sinarnya terlalu terlalu panas hingga aku tak bisa menutupi bekas air mata yang kuteteskan saat tengah malam. Juni bilang aku harus move on dan memulai lembar yang baru, tapi.. apa yang harus kutinggalkan? Aku bahkan tak memiliki apa-apa untuk ditinggalkan Hoon. hhh…

Hoon, sekali saja aku ingin……  Ah sudahlah lupakan,  aku tidak ingin menuntut apa-apa darimu.  Aku sudah berumur 22 tahun Hoon, dan seharusnya aku bisa melakukan segala sesuatunya sendiri. Aku tidak akan menunggu balasan email ini Hoon. Kau harus fokus agar kau bisa segera melakukan comeback stage. Aku sudah merindukan tarian bodohmu. Oh ya Hoon, kau ingat pohon di sekolah lama kita? Pohon tempat biasanya kita membaca manhwa saat jam istirahat, mereka kini menebangnya.

d6J1oQA - Imgur

Advertisements

One thought on “Hoon: Empty

  1. Pingback: Hoon: Another Hoon – Unspoken Stories

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s