Pandora Hope

emszhang-pandora hope

Di lembah yang paling tenang di kehidupan duniawi

Gemerlap cahaya membiaskan binar jiwa suci

Diantara hiruk pikuk yang terjadi

Sepasang mata mengawasi

Petaka terhebat telah lama tersembunyi

Jiwa paling rapuh membebaskannya menari

Wabahnya bercengkrama menyapa di senja putih

Hanya putra dari sang penguasa perang yang bisa mengakhiri

Harapan selalu ada bagi relung hati yang tulus mengasih

 

***

Judul: Pandora Hope

Author: emszhang

Cast: Hyuk vixx, Krystal F(x), Lee Dong Wook, Himchan B.A.P

Genre: Myth, Angst, /little bite romance and action/

Rating: PG17

***

Dongdaemun, Seoul pukul 3.30 pagi. Langit masih suram tak berbintang. Tak ada sang bulan yang menyorotkan cahayanya. Kelam. Bahkan fajar pun belum memberikan tanda-tanda bahwa ia akan membagi sinarnya. Dingin yang mencekat dan menusuk tulang berbaur dengan bau khas cat dari dinding-dinding yang mulai mengelupas. Apartemen sempit terlihat sangat berantakan. Sisa-sisa makanan yang mulai basi berserakan di lantai bercampur dengan kemeja dan jaket yang penuh dengan bau anyir darah serta pakaian kumal lainnya. Hanya sebuah lampu temaram yang menjadi pencahayaanya. Sangat kontras dengan gemerlap cahaya di bumi Seoul yang menyilaukan mata.

Hyuk terbangun dari tidur dengan peluh-peluh bercucuran menghiasi dahinya. Tubuhnya bergetar. Nafasnya tersengal. Mimpi itu lagi. Jatungnya kini berdetak kencang, tak beritme. Sesak di dadanya menyeruak ke permukaan. Memunculkan perasaan takut, marah, dan kesal yang tercermin di wajahnya. Matanya menyorot lemah. Mimpi itu datang lagi. Sudah seminggu ini Hyuk mengalami mimpi yang sama. Pria paruh baya dengan mengenakan tudung hitam menutupi hampir seluruh wajahnya itu selalu saja muncul di mimpinya. Dan kata-kata yang terlontar dari suara beratnya juga selalu sama. Shit! Umpat Hyuk dalam hati. Ia tak tahu siapa pria yang selalu ada di mimpinya dan mengapa pria tersebut menginginkan Hyuk mencari suatu benda yang ia sendiri pun tak tahu apa. Hyuk selalu mencoba melupakan bunga tidurnya itu namun mimpi itu selalu datang menghantui tidur malamnya yang lelap. Masih lekat di ingatan Hyuk apa yang dikatakan pria misterius itu.

Kau harus menemukannya, kau harus menemukan benda itu Hyuk. Sebelum semuanya terlambat. Sebelum wabah itu akan meracuni seluruh negri. Kau harus segera menemukannya Hyuk. Hanya kau yang bisa melakukannya.

Ini terlalu pagi untuk memulai aktivitas. Tapi Hyuk sudah muak dengan apa yang selalu dialaminya. Diraihnya sebuah kunci yang tegeletak di atas nakas di samping tempat tidurnya, kemudian menyambar jaket dengan noda darahnya dan keluar dari tempat tinggalnya dengan tergesa. Melaju dengan kecepatan tinggi menembus dinginnya kota Seoul. Angin malam menerpa wajah tampannya menyibak bekas-bekas luka yang tepatri. Pikirannya masih melayang pada mimpinya. CITTT! BRAK!! Motornya mendadak berhenti dan membebani tubuhnya yang tersungkur di atas aspal. Di hadapannya kini ada sebuah binatang yang besar hampir meyerupai serigala. Matanya mengkilat tajam tampak kelaparan. Dengan tertatih Hyuk bangun dari tempatnya. Dipandangnya binatang itu dengan waspada. Sial, apa lagi ini, umpatnya tak terlontar. Perlahan dia memundurkan langkahnya, tapi terlambat binatang itu telah menerkamnya. Dengan sisa tenaganya Hyuk mencoba membebaskan diri. Ditendangnya perut binatang itu dengan lututnya hingga binatang itu pun tersungkur. Saat Hyuk mencoba berlari menjauhi binatang itu, kakinya tersangkut pada sesuatu. Rupanya si binatang buas tidak ingin begitu saja melepaskan Hyuk. Diterkamnya kembali tubuh Hyuk, kali ini lebih buas. Tak segan binatang itu mengkoyak lengannya hingga darah segar keluar dari lengan itu.

“Argh, mungkin ini akhir hidupku,” ucap Hyuk lirih. Mengenaskan sekali pikir Hyuk tentang akhir hidupnya, dikoyak oleh binatang buas di jalanan, tak satu orang pun menolong. Tiba-tiba sinar yang menyilaukan datang dari langit. Mungkin malaikat pencabut nyawa telah datang pikir Hyuk dalam hati. Hyuk memejamkan matanya, merasakan semua perih disekujur tubuhnya. Detik berganti tubuh Hyuk kini terkulai lemas, kesadarannya telah menghilang.

***

“Aahk.”

“Jangan bergerak dulu, luka gigitan Grim dari Underworld bukanlah hal yang mudah disembuhkan, aku harus pontang-panting merebus ramuan langka untukmu. Untung saja aku masih punya cadangan sisik naga dan bisa Acromantula. Beruntung waktu itu aku datang tepat waktu, ckkk. Kalau tidak habislah kau ditangan Grim sialan, dan itu berarti ayahmu akan menghabisiku juga,” ujar seorang pria paruh baya, tubuhnya tegap sempurna. Rambutnya acak-acakan, wajahnya tegas dan dihiasi banyak bekas luka sayatan yang sudah lama berbekas. “Hah, membayangkan bagaimana ayahmu akan menancapkan pedangnya ditubuhku, ish, sangat menegerikan. Kau begitu ceroboh. Bagaimana bisa kau keluar tengah malam tanpa mengenakan medalion itu?” sekarang pria itu berjalan mondar-mandir di ruangan ini, seperti ada sesuatu yang dicarinya. Setelah menemukan sebuah botol kecil dengan cariran yang terlihat pekat dan kental di loker dekat pintu, pria itu kembali berjalan mendekati Hyuk.

“K..Kau siapa?” tanya Hyuk dengan mata mengerjab, berakomodasi dan beradaptasi dengan pemandangan yang ada disekelilingnya. “Kau siapa paman? Dimana aku?” tanya Hyuk lemah. Sekarang  perih di lengannya mulai terasa. Hyuk mengusap lengannya untuk mengurangi rasa sakitnya.

“Ini minumlah dulu, ini akan mengeringkan lukamu,” ucap pria yang tadi dipanggil Hyuk dengan sebutan paman. Dia menyodorkan botol cairan yang baru saja ia temukan di loker. “Kau tak mengingatku? Padahal dulu kau sering bermain kuda-kudaan denganku. Kau yakin tak mengingatnya?” Hyuk menggelengkan kepalanya menanggapi pertanyaan sang paman. “Hmm, yasudahlah aku akan menceritakan tentangku lagi. Mungkin karena kau masih sangat kecil saat kita terakhir kali bertemu sehingga kau tak mengingatku lagi. Namaku Lee Dong Wook, aku adalah penjagamu.”

“Penjaga?”

“Ya. Setiap demigod yang terlahir di dunia ini mempunyai penjaga. Aku adalahcentaurus penjagamu.”

Demigod? Centaurus? Apa sebenarnya yang sedang kau bicarakan?” tanya Hyuk heran setelah ia menenggak habis cairan yang diberikan Dong Wook.

“Kau, Demigod, ayahmu adalah sang dewa perang Ares. Dan aku ditugaskan untuk menjagamu,” Dong Wook mencoba menjelaskan.

“Tunggu dulu… aku anak seorang dewa? Apa kau sedang melawak? Aku memang tak mengenal ayahku sejak kecil. Tapi tak masuk akal jika ayahku seorang dewa.”sindir Hyuk meremehkan.

“Sorot mata meremehkan, suka menyari masalah, pandai berkelahi dan dianugrahi kekuatan yang luar biasa. Kau Aron putra Ares, kau sangatlah mirip dengan ayahmu.”

“Bagaimana kau tahu nama lainku. Hanya ibu yang tahu Aron adalah nama kecilku? Ibu bilang nama itu ayahku yang memberikannya.”

“Sudah kubilang aku adalah penjagamu Aron. Ataukah aku harus memanggilmu Hyuk seperti orang-orang lainnya? Kau harus percaya padaku. Aku mengatakan yang sebenarnya Hyuk. Sekarang aku yang bertanya kepadamu kenapa kau keluar tengah malam tanpa mengenakan medalion? Di mana kau simpan medalion itu?” Dong Wook menatap Hyuk. Pandangannya tajam dan meminta penjelasan

“Medalion? Apa yang kau maksud adalah medalion berbentuk tameng yang dihiasi ukiran bintang di dalamya? Jika itu yang kau cari aku sudah mejualnya pada temanku,” ucap Hyuk sambil memandang acuh.

“Menjualnya katamu? Bagaimana bisa hah?! Sekarang aku bisa tahu kenapa Grim itu bisa menemukanmu. Seperti bentuknya medalion itu merupakan tameng yang diberikan oleh ayahmu agar para makhluk dari Underwolrd tidak bisa melukaimu. Tak tahukah kau seberapa berharganya medalion itu sampai-sampai kau menjualnya?! Sekarang pekerjaan kita harus bertambah lagi, huh. Kita harus menemukan medalion itu sekaligus kotak Pandora!” ucap Dong Wook panjang lebar, wajahnya nampak kesal.

“Apa kau bilang kotak Pandora? Kenapa kita harus mencarinya? Tunguu… apa kau yang ada di mimpiku akhir-akhir ini?” tanya Hyuk bertubi-tubi. Kini ia sudah bangun dari tempat tidur dan duduk diatasnya. Lukanya yang tadi teramat perih sekarang sudah mulai mengering akibat ramuan yang diminumnya tadi.

“Bukan, yang dimimpimu itu adalah ayahmu. Kami para centaurus hanya dianugrahi kepintaran dan kekuatan fisik. Kami tidak memiliki kekuatan untuk menembus pikiran orang lain.”

“Jadi, itu suara ayahku,” Dong Wook mengangguk mengiyakan kalimat yang terlontar dari Hyuk barusan. “Lalu kenapa aku yang harus mencari kotak Pandora itu. Kenapa tidak para Dewa saja yang melakukannya? Bukankah mereka mempunyai kekuatan yang hebat?” tanya Hyuk.

“Tidak tidak tidak! Para Dewa tidak bisa menyentuh kotak Pandora, Haphaestus yang menyiptakannya telah menjampi kota itu agar para dewa tidak bisa menyentuhnya.”

“Lalu kenapa harus aku? Apa hubungannya semua ini denganku? Dan kenapa kita harus menemukannya benda itu”

“Kotak Pandora harus segera ditemukan Hades, penguasa Underwold sedang memberontak. Ia ingin menguasai dunia ini. dan satu-satunya cara adalah melepaskan malapetaka yang ada di dalam kotak Pandora. Tapi dia tak bisa melakukannya sendiri. Hades masih tergolong sebagai dewa. Hanya seorang yang memiliki jiwa yang paling rapuh yang bisa membuka kotak tersebut. Untuk itulah kita harus segera menemukan dan memusnahkannya. Dan mengapa harus kau yang  melakukan hal itu, ramalan, Itu jawabanya. Mungkin kau harus membaca ramalan kuno itu,” Dong Wook menjelaskan semuanya pada Hyuk.

Kemudian dia menyodorkan sebuah kertas diatas nakas tempat tidurnya kepada Hyuk. Hyuk pun membuka kertas yang usang itu dengan hari-hati. Setelah berhasil membukanya tanpa merobek kertas itu, Hyuk memandang kertas itu dengan dahi berkerut.

“Oh ya, aku lupa kau tak akan bisa membacanya. Diseleksia, orang-orang akan memvonismu begitu. Tapi ini bukan diseleksia, kau hanya perlu membaca dengan huruf yang tepat,” Dong Wook kini mengambil kertas yang ada di tangan Hyuk dan memandanginya sambil berkomat-kamit dengan bahasa yang terdengar aneh.

Seberkas sinar keluar dari kertas itu. Setelah sinar tersebut hilang. Dong Wook menyodorkan kertas itu kepada Hyuk. Hyuk menerimanya dan memandang kertas itu. Tulisan yang tadinya ada dikertas itu kini berganti dengan huruf  meliuk-liuk. Anehnya Hyuk bisa mengerti yang ada dalam tulisan tersebut. Kertas itu bertuliskan,

Di lembah yang paling tenang di kehidupan duniawi

Gemerlap cahaya membiaskan binar jiwa suci

Diantara hiruk pikuk yang terjadi

Sepasang mata mengawasi

Petaka terhebat telah lama tersembunyi

Jiwa paling rapuh membebaskannya menari

Wabahnya bercengkrama menyapa di senja putih

Hanya putra dari sang penguasa perang yang bisa mengakhiri

Harapan selalu ada bagi relung hati yang tulus mengkasih

 

Hyuk terdiam setelah membacanya. “Bagaimana kita harus menemukan orang yang dengan jiwa paling rapuh? Aku dan kau tak bisa melihat jiwa seseorang?” respon Hyuk pertama kali setelah hening yang cukup lama.

“Kita memang tak bisa melihat kedalam jiwa seseorang, tapi kami para centaurus bisa membaca hati manusia dari tatapan wajahnya. Aku sudah menyelidikinya, dan berhasil menemukan sebuah nama. Jung Soojung, dialah orang yang dimaksudkan dalam ramalan itu.”

“S..Soojung?”

***

Bar itu terlihat sangat ramai. Hyuk kini sedang menenggak vodka dingin yang ada dihadapannya. Di sebelahnya kini Dong Wook menatap sekeliling dengan pandangan waspada. “Himchan akan segera kesini untuk menyerahkan medalion itu, tenang saja. Dan untuk masalah Soojung, dia akan muncul sebentar lagi kurasa,” ucap Hyuk sambil terus menenggak minuman yang ada di tangannya.

Lampu bar tiba-tiba meredup. Para pengunjung dan pria hidung belang mulai bersorak. Seorang gadis muncul diatas panggung. Parasnya canti, tubuhnya indah. Kini dia mulai melantunkan sebuah lagu lama yang terdengar melas dan menyayat hati.

geu torok saranghadeon geu saram
irheobeorigo
taoreuneun nae maeumman
heuneukkyeo une

geutorok mideo watdeon geu saram
dora seol juriya
yejeoneneun mollasseonne
jinjeong nan mollanne

nuguinga bureo juneun hwiparam sori
haengyeona chajajulkka geu nimi aniolkka
gidarineun maeum heomuhaera

(The man I loved so dearly, has deserted me
And I am now weeping, holding with my wretched heart

The man I trusted with his love, has left me indeed
Honest God, I really didn’t know that he would leave me
Really, I didn’t know

The sound of someone whistling I hear
Perhaps could it be he?
Would he be back?
I am finding myself wretchedly waiting for him
)

Lantunan lagu dari Soojung berhasil menyayat hati para pengunjung. Di hari biasa dia akan bernyanyi dan menari di bar dengan lagu-lagu yang fun. Semua ini berubah sejak dua minggu yang lalu. Tepatnya sejak ibunya meninggal dan kekasihnya meninggalkannya begitu saja setelah apa dosa yang telah mereka lakukan bersama. “Kita hanya perlu mengawasinya bukan?” tanya Hyuk pada Dong Wook. “Ya kita hanya perlu mengawasinya. Jangan sampai sesuatu yang tidak diinginkan itu terjadi,” jawab Dong Wook sambil terus memperhatikan Soojung yang sedang bernyanyi diatas panggung. Nyanyiannya kini terdengar semakin emosional.

“Hey, Hyuk! Sudah menunggu lama?” Himchan kini berjalan mendekati Hyuk.

“Kau bawa barangnya?”

“Tentu. Serahkan uangnya lalu kuberikan barangnya.”

“Ini. Ambilah,” ucap Hyuk sambil melemparkan beberapa lembar won kepada Himchan.

“Ini masih kurang,” protes Himchan.

“Sisanya kubayar nanti, sekarang kemarikan medalion itu.”

“Untunglah aku mengenalmu sejak kecil Hyuk. Kalau tidak, aku tak akan mau bertransaksi seperti ini. Sungguh merugikan,” Himchan memberikan medalion itu pada Hyuk lantas pergi meninggalkannya.

Sial setelah transaksi dengan Himchan tadi kini ia kehilangan Soojung dari pandangannya. Dia menatap Dong Wook dengan pandangan bertanya. “Dia sudah turun, kita harus menemuinya di belakang panggung sekarang,” ucap Dong Wook seakan mengerti arti tatapan Hyuk. Kemudian kedua pria itu pergi ke belakang panggung mencari sosok wanita rapuh itu.

Cklek! Pintu ruang ganti itu dibuka. Soojung sangat terkejut. Kini ada dua orang pria memasuki kamar gantinya. “Apa yang kau inginkan berengsek! Tak cukupkah kau menyakitiku!” teriak Soojung histeris kepada mereka. Tepatnya pada pria yang lebih muda, Hyuk.

“Tenanglah, aku tidak akan menyakitimu Jung. Aku  hanya ingin tahu, apakah kau memiliki benda kotak misterius?” tanya Hyuk

“Memangnya kenap? Aku tidak akan percaya lagi padamu Hyuk, setelah apa yang kau lakukan terhadapku, kau begitu keji..”

“ Sungguh Jung, waktu itu aku tak berniat menyakitimu, tapi…”

“Hyuk, cepatlah kita tidak punya waktu lagi, fajar putih akan tiba esok,” sergah Dong Wook.

“Aku tak  tahu apa yang kalian inginkanmau dariku, tapi sebaiknya kalian keluar dari sini!” pinta Soojung Kasar.

“Satu hal, Jung. Sekali lagi, apa kau pernah memiliki benda kotak dengan ukiran klasik diatasnya. Benda kotak yang terlihat magis dan misterius?” tanya Hyuk lagi.

“Aku tak tahu apa yang kau bicarakan!” ucap Soojung tegas, kemudian dia keluar menerobos dua pria itu.

“Jung, jangan membuatku harus bersikap kasar terhadapmu!” teriak Hyuk. Tapi teriakan Hyuk tidak digubris oleh Soojung. Ia tetap saja melangkahkan kakinya menjahui Hyuk dan Dong Wook. Dua pria itu pun mau tak mau harus mengikuti Soojung pergi. Segala kemungkinan terburuk kini bisa saja terjadi. Dan benar prediksi mereka. Kini terdengar suara wanita menjerit meminta tolong. Dan Hyuk sudah hafal benar bahwa itu adalah teriakan Soojung, mantan kekasihnya yang kini menerima nasib begitu sial.

***

Soojung dibekap oleh seorang pemuda bertubuh raksasa. Dia di bawah jauh dari Seoul menuju ke dunia yang sangat mengerikan, Underworld. Soojung kini dibawa ke singgasana sang penguasa Underworld, Hades.

“Gadis cantik, apa kabar?” ucap Hades disususl dengan tertawa yang menggema di seluruh ruangan. “Aku tahu kau pasti, sangat bingung mengapa pelayanku membawa, atau bisa kukatakan menculikmu kesini. Aku tidak akan menyakitimu gadis cantik, percayalah. Aku malah ingin menolongmu. Hahahahahaha! Aku tahu kau ingin sekali Ibumu hidup lagi, dan aku bisa melakukan hal itu untukmu. Itu hal yang sangat mudah bagiku. Tapi kau ada satu syarat..”

“Benarkah kau bisa melakukannya? Apapun akan kulakukan untuk membuatnya menjadi kenyataan.”

“Bagus, bagus. Bagus sekali gadis cantik. Aku akan mengabulkannya jika kau bisa membuka kotak yang ada dihadapanku sekarang!”

“Membuka kotak?” tanya Soojung. Tapi apakah semudah itu, pikir Soojung dalam hati. Kini dia teringat akan pertanyaan aneh Hyuk tentang sebuah kotak misterius. Apakah kotak tersebut adalah kotak yang dicarinya?

“Ya kau hanya perlu membukanya.”

“Begitukah?”

“Tunggu Soojung jangan, lakukan itu!!” kini suara pemuda itu menyeruak diantara percakapan Soojung dan Hades. Hyuk mencoba mencegah agar Soojung tidak membuka kotak itu. “Percayalah padaku, kumohon jangan membukanya.”

“Aku sudah terlalu banyak percaya padamu Hyuk, tapi kau selalu menghianatinya,” ucap Soojung muak dengan kata-kata Hyuk. Kini dia berjalan menuju kotak itu. Hasrat untuk melihat ibunya hidup kembali telah lebih besar daripada keinginannya mempercayai kata-kata Hyuk. Kini Soojung sudah berada tepat dihadapan kotak itu.  Tangannya terjulur menuju pengait kotaknya. Terdengar Hades tertawa senang di sela-sela teriakan Hyuk untuk mencegah Soojung melakukan hal itu. Tapi terlambat Soojung rupanya telah memantapkan hati untuk membuka kotak itu.

Dan mala petaka itu pun terjadi. Kini roh-roh pembawa penyakit dan musibah bergentayangan. Hades tertawa puas. Dan lebih malangnya lagi, manusia pertama yang ditemui roh-roh itu adalah Soojung. Sontak saja Soojung langsung amburk. Tubuhnya terkulai lemas ditanah.

Hyuk pun menjadi sangat marah. Matanya berkilat tajam. Dia langsung menghajar Hades habis-habisan. Tapi sial, Hades adalah seorang dewa. Dia buakanlah tandinga Hyuk yang seorang demigod. Lalu tiba-tiba suara itu terdengar, suara yang sama di mimpi Hyuk.

Kau tidak akan mampu menandinginya nak. Yang kau perlukan hanyalah sebuah harapan. Harapan akan menyembuhkan mu dari pertaka pandora.

Untuk cintamu yang terkasih, letak kan lah medalion yang kuberi di jantungnya. Benda itu akan memurinkan segala petaka di tubuh cinta terkasihmu. Semua akan kembali seperti semula, tapi hanya jika kau memiliki harapan yang besar akannya.

Dan detik berikutnya sudah tergambar dengan jelas. Seperti kisah lainnya. Harapanlah yang menyelamatkan para pelakon dalam kehancurannya.

-Fin-

Advertisements

2 thoughts on “Pandora Hope

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s