SORRY, I’M A BAD BOY

tumblr_mxxeglFm7X1ro1vypo1_500

Kim Hanbin X Lee Haru  || PG17 ||  Hurt ||Ficlet

I’m the one you love but sorry I’m a bad boy

ost. Big Bang – Bad Boy


I’m the one you love but sorry I’m a bad boy

Seoul, Fall, 2029 <Haru POV>

“SALAHKU APA? KAU SELALU SAJA BEGINI!” teriakku pada lelaki di hadapanku. Untung saja studio ini dalam kondisi sepi sehingga tidak ada yang melihat betapa menyedihkannya kondisi kita saat ini.

Kim Hanbin sangat menyebalkan, bagaimana dia bertindak, berbicara, semuanya sungguh menyebalkan. Bahkan kini aku terheran bagaimana aku bisa menjadikan Hanbin sebagai kekasihku. Bahkan aku dan dia lebih sering bertengkar daripada bermesraan. Mungkin jarak umur kita yang cukup jauh menjadi salah satu alasan kenapa kita sering terlibat pertengkaran.

“Maumu apa?” dia merendahkan nada bicaranya namun masih ada nada kesal di sana.

“Mauku?? Seharusnya aku yang bertanya, Oppa, maumu apa?” tanyaku masih dengan nada tinggi.

Look, Lee, aku minta maaf okay.”  Aku melihat matanya, andai saja pernyataan itu tulus dari dalam hatinya.

“Ch, kau selalu memanggilku Lee saat kau kesal. Sudahlah oppa lebih baik kita berpisah,” aku terlalu marah padanya. Dia selalu saja egois seperti ini.

“Dan kau selalu meminta berpisah saat kau kesal, kekanakkan!” ujarnya tak mau kalah. Aku hanya bisa mendengus dan memutar bola mataku.

“Setidaknya nanti kau bisa bebas bermesraan dengan siapapun setelah kita berpisah,” ucapku sarkastik.

“Sudah kubilang dia hanya temanku!” Selalu saja alasan yang sama yang dia ucapkan. Aku tahu sebagai musisi terkenal dan ex-idol dia harus bersikap ramah kepada siapa saja. Tapi tak pernahkah dia memikirkan bagaimana persaanku saat dia bermesraan dengan sembarang wanita di luar sana.

“Kau bermesraan saat bersama temanmu, dan bertengkar saat bersama kekasihmu? Heol! Begitukah cara hidupmu? ….  Aku lelah oppa, mungkin sebaiknya kita memang berpisah. Dan jangan khawatir biar aku yang bicara dengan appa masalah pembatalan pertunangan,” ucapku mencoba tegas kali ini. Aku benar-benar sudah lelah menghadapi semua masalah yang terjadi dalam hubungan ini

“Kau sudah gila, Lee Haru,” ucapnya seolah tak percaya dengan kata-kataku baru saja.

“Ya, mungkin. Aku pergi dulu oppa. Jangan tidur terlalu malam, kau ada jadwal besok.” Aku berdiri dari tempat dudukku, ingin melangkah keluar dari ruangan studio.

“Akan kuantar.” Tiba-tiba dia mengenggam tanganku, menghentikan langkahku.

“Tidak usah, aku bisa sendiri,” aku menolak tawarannya. Aku berpikir yang mungkin  kita butuhkan saat ini adalah waktu untuk sendiri.

“Aku bilang kuantar kau Lee Haru!” ucapnya memaksa, ada nada kesal dan marah disana. See, Kim Hanbin selalu saja egois dan keras kepala. Aku hanya bisa menghela nafas dan membiarkannya mengntarku pulang.

Hanya butuh waktu 30 menit perjalan dari studio menuju rumahku, tapi itu adalah waktu yang paling menyiksa. Aku sempat melirik ke arahnya, tatapannya tajam hanya menuju jalan raya. Ekspresinya sangat dingin, sangat menakutkan. Aku tahu, saat ini dia sedang memendam rasa marah dan kesal akibat pertengkaran kita. Tapi aku juga tak bisa mengubah apa-apa, toh hatiku juga sangat sakit akibat pertengkaran kita. Bahkan mungkin dia bisa merasakan kalau aku sedang menahan tangisku.

“Sampai disini saja aku bisa sendiri,” kataku saat mobilnya sampai di halaman rumahku.

“Tidak bisakah kau percaya padaku?” ucapnya saat aku hendak melepas sabuk pengaman. Aku  menoleh ke arahnya, dia masih menghadap ke jalan raya dengan tatapan tajamnya. Detik berikutnya, aku bisa merasakan hangat tubuhnya memelukku. Dia mengulang pertanyaannya. Lirih aku bisa mendengarnya pertanyaan itu, bukan dengan nada marah dan kesal, tapi nada dengan nada yang lebih putus asa. Dan hal itu tentu saja mengoyak egoku. Dengan mudahnya air mataku membasahi jaket yang ia kenakan. Aku menghapus air mataku. Aku tak ingin dia melihatnya. Aku tahu, sudah pasti dia tahu kalau aku menangis, hanya saja aku tak bisa membiarkannya begitu saja melihat air mataku.

“Aku selalu percaya padamu Oppa, tapi pernahkah kau sekali saja memikirkan perasaanku?” Aku melepaskan pelukannya. “Sampai jumpa di studio besok,”  ucapku. Aku melangkah keluar membiarkannya sendiri disana. Malam ini entah mengapa pasokan udara di Seoul terasa sangat tipis. It’s make me suffocated


o0640096013235620765

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s