하루만 : Heartbreak Girl

Ahn Yebin X Kim Seokjin || series|| romance, friendship, hurt|| PG +17

c

하루만 series : 1. A Fool for Love || 2. Sexy Aniya! || 3. Secret in My Heart

when the phone call finally ends, you say, "Thanks for being a friend,"
and we're going in circles again and again

Sudah hampir pukul 9 malam, tetapi udara dingin musim gugur tak menyurutkan semangat lelaki 23 tahun itu untuk terus berlatih. Dia tak mau orang menganggap bahwa kesuksesanya hanya karena wajah rupawannya saja. Kim Seokjin ingin membuktikan pada semua orang bahwa dia juga berbakat sama seperti member BTS yang lainnya. Oleh karena itu dia berlatih mati-matian agar pada comeback mereka sebentar lagi dia juga mendapat pengakuan yang layak atas bakatnya.
“Kau tidak pulang Hyung?” tanya Jimin pada Jin yang masih bergulat di depan cermin ruang latihan dance.
“Sebentar lagi,” jawabnya sambil terus bergerak mengikuti nada yang terdengar dari pengeras suara di ruangan itu. Keringatnya terus bercucuran membasahi tshirt yang ia kenakan. Tapi ia tak memperdulikannya.
“Mau kutunggu?” tanya Jimin lagi. Hanya ia dan Jin yang tertinggal di ruangan itu. Member lainnya telah terlebih dulu meninggalkan ruang latihan.
“Tidak perlu.” Kini Jin menghentikan gerakannya. Kemudian dia mengambil sebuah botol air minum yang tergeletak di depannya dan meneguk isinya sampai hingga tersisa separuh. “Kau pulanglah dulu, aku akan segera menyusul,” tambahnya.
“Baiklah kalau begitu, Bye Hyung,” ucap Jimin sambil berjalan keluar. Jin hanya melambaikan tangannya untuk membalas Jimin. Detik berikutnya ia sudah kembali fokus di depan cermin dan menghafal gerakan-gerakan yang baru saja dia pelajari.
Jin masih giat berlatih saat suara panggilan dari ponselnya berbunyi. Dia tak mengacuhkannya dan terus berlatih. Namun seperti tak mau kalah panggilan itu terus saja terdengar. Mau tak mau Jin harus mengangkat panggilan itu. Dahinya berkerut saat membaca nama orang yang memanggilnya. Baru saja dia mengeser tombol jawab, suara yang sangat familiar kini menyapa telinganya.
“Hai.. kau sibuk?” sapa Yebin, sahabat baik Seokjin. Gadis itu menangis, Seokjin tahu itu. Ada suara isakan di sela kata-katanya.
“Aku sedang berlatih, kenapa? Kau menangis?” Jin hanya ingin mengkonfirmasi apa yang ada di pikirannya.
“Kwangmin dan aku…” ucap Yebin masih terisak.
“Putus?” sela Jin penasaran.
“Tidak! No! Kami hanya bertengkar,” jawab Yebin cepat, ia sedikit menaikkan nada bicaranya.
“Ah.. kali ini kenapa lagi?”  Jin selalu hafal tingkah Yebin. Gadis itu akan selalu mengadu kepadanya setiap ada masalah dengan kekasihnya.
“Dia keluar dengan wanita lain,” kata Yebin. Kini dia sudah mulai tenang.
“Mungkin itu saudaranya,” Jin menjawab asal. Sebenarnya dia curiga kalo Kwangmin itu berengsek, hanya saja dia tidak enak hati mengungkapkan itu pada sahabatnya itu, terlebih lagi tanpa bukti yang nyata.
“Dia juga berkata seperti itu, tapi mereka sangat mesra, aneh jika mereka hanya bersaudara,” sangkal Yebin. Dia masih ragu dengan apa yang didengarnya.
“Kau harusnya percaya padanya jika kau benar-benar mencintainya, sudahlah jangan menangis lagi, dan jangan berpikir yang tidak-tidak,” kata Jin. Dia selalu mengangap suatu hubungan harusnya dilandasi kepercayaan satu sama lain.
“Ehm.. mungkin kau benar… terima kasih.. kau benar-benar sahabat terbaikku,” ucap Yebin setelah mendengar kata-kata dari Seokjin.
Telepon dari Yebin baru saja usai. Entah mengapa kini Jin merasa sepi. Semangatnya yang untuk berlatih yang tadi menggebu kini pudar. Gadis itu selalu saja bisa menggendalikan mood-nya. Sejak kecil memang mereka berdua bersahabat. Tapi bagi Jin berbeda. Perasaannya kepada gadis itu sudah melebihi perasaan seorang sahabat. Dia selalu ingin menjaga sahabat kecilnya itu dan menjadi orang pertama yang akan diingat Yebin. Bahkan jika itu artinya harus mendengar keluh kesah Yebin tentang kekasihnya, Seokjin akan menerimanya. Ia hanya terlalu menyayangi Yebin
He treats you so bad and I'm so good to you it's not fair.
And I'm stuck in the friend zone again and again.

Sore itu dorm terlihat sepi hanya ada Seokjin dan Namjoon disana. Hari itu memang hari libur mereka. Suga dan Jimin sedang keluar menikmati sore mereka di Dongdaemun(*). Jungkook masih berada di sekolahnya, entah apa yang sedang dia kerjakan. Hoseok dan Taehyung juga masih berada di luar. Mungkin mereka akan pulang terlambat karena sekarang hujan mulai turun dengan derasnya.

Seokjin sedang duduk di depan ruang keluarga sambil menganti saluran televisi, mencari acara yang dapat menghiburnya.  di depannya ada sepiring carbonara yang masih tersisa setengah. Sedangkan namjoon kini berada di dapur sibuk dengan piring-piring kotor. Suara bel menghentikan aktivitas mereka. Namjoon meninggalkan piring-piring kotor itu dan pergi melihat sapa yang datang lewat layar interkom. Kemudian dia memanggil Seokjin dan mengatakan bahwa yang datang adalah Yebin, tapi ekspresi Namjoon sangat berbeda, tak sesenang seperti saat Yebin berkunjung sebelumya, dia tampak cemas. Akhirnya setelah mendengar ucapan Namjoon, Seokjin pun berdiri dan berjalan mendekati pintu. Ia sangat terkejut saat membuka pintu dan mendapati keadaan Yebin saat ini.

“Jin-a aku … dia….” Yebin kini  berdiri di depan pintu dorm BTS sambil menangis tersedu-sedu. Penampilannya seperti orang gila. Pakaiannya basah terkena air hujan. Yebin memang sering datang ke dorm BTS, entah itu mengatarkan titipan orang tua Seokjin atau hanya sekedar bermain-main saja. Bahkan semua penghuni dorm itu sudah mengenal Yebin. Selain sebagai sahabat Seokjin, Yebin adalah seorang chef di salah satu restaurant yang sangat terkenal di Seoul. Jika kalian bertanya darimana asal kemampuan memasak Seokjin, Yebin lah orangnya.

“Ya ya ya.. Yebin-a kau kenapa?” ucap Jin yang masih terheran dengan kedatangan sahabatnya dalam kondisi yang sangat menyedihkan.

“Sebaiknya kau menyuruh Yebin noona masuk dulu hyung,” ucap Namjoon yang saat itu juga mengetahui kedatangaan Yebin. Ia membawakan handuk kering untuk Yebin. Setelah itu dia meninggalkan mereka berdua, tak enak jika harus mendegar urusan pribadi antara keduanya.

“Kau kenapa?” tanya Seokjin lagi.

“Kwangmin… Kwangmin dan aku kita sudah berakhir,” Yebin mencoba menlengkapi kata-katanya diantara isak tangis yang terdengar. “Ternyata benar perempuan itu adalah selingkuhannya.” Yebin tak bisa lagi menahan emosinya. Semuanya perasaannya kini dia tumpahkan di depan sahabatnya itu.

“Sssuhh sssuhh.. sudahlah jangan menangis, dia memang berengsek, kau tak perlu menangisinya.  Aku kira dia orang baik, ternyata dia berengsek.” Seokjin coba menenangkan Yebin. Namun jauh dalam hatinya, lelaki itu kini memendam amarah yang cukup besar. Kita lihat saja apa yang akan dilakukan Seokjin nanti bila ia bertemu dengan Kwangmin. Dari dulu memang Seokjin tak pernah bisa melihat wanita menangis, apalagi jika wanita itu adalah orang yang ia sayangi. Seokjin mengelus punggung Yebin, mencoba menghentikan tangis gadis itu.

“Kau mau cokelat?” tanya Seokjin pada Yebin setelah isak gadis itu mulai terhenti. Yap, cokelat hangat setidaknya bisa memperbaiki mood kita.

“Hm..yang manis,” ucap gadis itu sambil menghapus bekas air matanya.

“Baiklah, tunggu disini, aku akan membuatkannya untukmu.” Kemudian Seokjin bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju pantry.

“Kau sangat baik Jin, beruntung sekali wanita yang menjadi kekasihmu,” ucap Yebin. Seokjin hanya tersenyum mendengarnya, dalam hatinya ia berkata, kau bisa menjadi gadis beruntung itu Yebin, bila kau mau.

I gotta get it through your head that you belong with me instead

(*)read  하루만 series : 1. A Fool for Love
Ahn Yebin X Kim Seokjin
tumblr_nkfstxi3zy1sd6kvvo1_500
tumblr_n1siw4cojM1sd6kvvo1_5007ef547bfb4741ec58582513d71df846e
tumblr_mvfiegAsLo1smctb5o2_1280
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s