Seperti Fanfiction : Review Harry Potter and Cursed Child (Spoiler alert!)

harry_potter_and_the_cursed_child_special_rehearsal_edition_book_cover

Judul: Harry Potter and the Cursed Child, Parts 1 & 2, Special Rehearsal Edition Script
Genre: Fantasi, Drama, Adventure (Petualangan)
Penulis: John Tiffany (Adaptasi), Jack Thorne, J.K. Rowling
Penerbit: Pottermore (digital)
Tahun Terbit: 2016
Jumlah Halaman: 320 halaman
Bahasa: English
Rating: 4/5

It was always difficult being Harry Potter and it isn’t much easier now that he is an overworked employee of the Ministry of Magic, a husband and father of three school-age children.

While Harry grapples with a past that refuses to stay where it belongs, his youngest son Albus must struggle with the weight of a family legacy he never wanted. As past and present fuse ominously, both father and son learn the uncomfortable truth: sometimes, darkness comes from unexpected places

Sebagai penggemar Harry Potter wajib rasanya buat baca sekuel dari cerita petualangan Harry dkk ini. Yup! Rowling seperti memberikan angin segar buat para potterhead dengan menerbitkan skrip dari ‘Harry Potter and Cursed Child‘ karena gak semua fans bisa menyaksikan pertunjukan teater tersebut.

Well, Cursed Child sendiri berlatar 19 tahun setelah perang melawan Voldemort terjadi. Isi nya sendiri lebih banyak menceritakan tentang petualangan yang dilalui oleh Albus Potter dan Scorpius Malfoy. Namun kehadiran Harry dan karakter dari 2nd generation lainnya masih memegang kunci penting dari cerita ini.

Di seri ke-8 ini memang pengambaran latarnya tidak terlalu detil seperti di novel-novel terdahulu karna memang buku ini merupakan cetakan dari skrip pementasan teater yang lebih banyak memuat percakapan antar tokoh daripada penggambaran suasana dan latar. Akan tetapi hal ini tidak mengurangi rasa petualangan yang ada di dalamnya.

Seperti fiksi penggemar (fanfiction), ‘Harry Potter and Cursed Child’ memberikan banyak alternative universe, hal-hal yang diinginkan potterhead (termasuk aku) untuk terjadi, serta hal-hal yang sudah banyak di tebak oleh penggemar sebelumnya. Mulai dari Albus yang masuk asrama Slytherin dan berteman dengan Scorpius Malfoy, sisi lembut dari seorang Draco Malfoy, interaksi drarry(Draco-Harry) yang (sangat) banyak dan mengesankan, Ron dan Hermione yang tidak menikah (jujur sebagai dramione(Draco-Hermione) shipper, aku pengennya Hermione menikah dengan Draco biar kayak di fanfic-fanfic, tapi sayangnya gak kesampaian T.T), serta kebangkitan dari Lord Voldemort. Terlebih lagi munculnya sosok Snape dan Cedric menambah daya tarik buku ini.

Sebenarnya penggambaran tokoh Hermione dalam teater ‘Harry Potter and the Cursed Child’ sangat mengganggu saat membaca buku ini, terlebih lagi aku sudah sangat terbiasa dengan Emma Watson sebagai Hermione. Jadi untuk mengatasi hal tersebut aku selalu membayangkan Emma Watson sebagai Hermione dewasa. Over all,  4/5 saya berikan pada buku ini. Plot twist yang dihadirkan cukup memberikan angin segar bagi pengemar serial Harry Potter.

gambar pertunjukan teater ‘Harry Potter and Cursed Child’

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s