Review Novel: Jane Austen-Pride and Prejudice

covqn-67

Identitas buku

Judul: Pride and Prejudice
Genre: Roman, klasik
Penulis: Jane Austen
Penerbit: Penerbit Qanita
Penerjemah: Berliani Mantili
Tahun Terbit: 2016
Edisi Pertama: Februari 2011
ISBN: 978-602-7870-84-0
Jumlah Halaman: 588 halaman
Bahasa: Bahasa Indonesia
Rating: 3.5/5

Sinopsis
Elizabeth Bennet dan Fitzwilliam Darcy sama sekali tidak cocok. Elizabeth menilai Mr. Darcy sebagai pria yang sok, angkuh dan mengesankan, sementara Mr. Darcy menganggap Elizabeth tidak anggun dan terlalu sering berprasangka.

Mereka saling bermusuhan bahkan sering kali saling melontarkan sindiran pedas. Tapi kebencian mereka berangsur menjadi ketertarikan. Seiring berjalannya waktu, Elizabeth melihat sisi lain Fitzwilliam Darcy, bahwa dia bukanlah sekedar pria arogan seperti yang disangka selama ini.

Tentang Penulis
Jane Austen adalah seorang novelis Inggris yang lahir tahun 1775. Beliau mengawali karir menulisnya dengan membuat puisi, cerita pendek, dan drama yang  hanya ditujukan untuk dirinya sendiri dan keluarganya. Keahliannya adalah menulis cerita dengan genre roman, yang diwarnai fakta tentang keadaan sosial pada masanya.

Review
Pride and Prejudice adalah novel roman klasik pertama yang aku baca. Awalnya aku ragu untuk membaca novel klasik. Tapi gegara pengen memperluas genre buku bacaan akhirnya aku putuskan untuk membeli dan membaca novel yang digadang-gandang sebagai roman terpopuler sepanjang masa ini.

Butuh waktu cukup lama sebenernya untuk mebaca buku ini karena memang bukunya lumayan cukup tebal, gaya bahasanya pun agak sedikit berbeda dengan novel lainnya. Namun jika sudah membaca beberapa bab dan mulai terbiasa dangan gaya bahasanya, novel ini cukup ampuh untuk penghilang stres. Bahasanya yang ditulis dengan anggun bisa menarik kita ke awal tahun 1800 di mana nilai moral sangat dijunjung tinggi.

Novel ini cukup ampuh menghadirkan nuansa romantis tanpa menghilangkan norma-norma sosial dan tata krama yang kini mulai hilang di kehidupan masyarakat modern. Seperti bagaimana kita harus menekan ego dan kesombongan kita ataupun bagaimana penilaian kita pada seseorang dapat berakibat buruk jika kita menilai dari satu sisi saja. Hal ini sebenarnya sudah dapat dilihat dari judul novel ini sendiri yaitu pride yang artinya harga diri/keangkuhan dan prejudice yang artinya prasangka

 Ada beberapa kutipan yang sangat menarik perhatianku seperti,

Manusia rentan terhadap keangkuhan, dan hanya segelintir orang yang tidak merasakan dirinya lebih unggul dalam beberapa hal dibandingkan dengan orang lain, baik secara terang-terangan maupun diam-diam. (hal 32)

Keangkuhan terkait dengan anggapan kita terhadap diri kita sendiri, sedangkan kesombongan terkait dengan bagaimana kita menginginkan orang lain berpendapat tentang diri kita. (hal33)

Kadang-kadang, menyembunyikan perasaan juga bisa merugikan. (hal35)

dan masih banyak kata-kata atau kutipan-kutipan lainnya. Better check it your self. Oh ya, for your information, novel Pride and Prejudice ini juga telah diadaptasi ke layar lebar.

tentang Pride and Prejudice dan film Becoming Jane
Di tengah- tengah baca novel ini (dan setelah nonton film Pride and Prejudice juga) salah satu temanku ngasih tau kalau biografi Jane Austen itu difilmkan. Judul filmnya adalah Becoming Jane. Film yang dirilis tahun 2007 ini menceritakan tentang kisah cinta Jane Austen dan Tom Lefroy yang nantinya banyak mempengaruhi karya-karyanya. Beberapa hal yang sangat nampak jelas mempengaruhi jalan cerita Pride and Prejudice adalah penggambaran karakter Elizabeth Bennet dan kakaknya Jane Bennet yang sangat serupa dengan kakak-beradik Austen. Tokoh-tokoh pendukung lain pun sedikit banyak memiliki karakter yang mirip dengan orang-orang yang berada di sekitar Jane Austen. Banyak pengalaman hidup Jane yang juga dituangkan  dalam Pride and Prejudice seperti betapa bodoh dan memalukannya jika seseorang memilih untuk kawin lari, atau bagaimana cara beliau menilai seseorang. Namun satu hal yang membedakan Becoming Jane (atau kehidupan Jane Austen) dari Pride and Prejudice adalah akhir yang dimiliki masing-masing cerita. Jika Becoming Jane memiliki akhir kisah yang tidak begitu mengenakkan, maka Pride and Prejudice membawa rasa manis di akhir ceritanya.

cuplikan dari film Pride and Prejudice

cuplikan dari film Becoming Jane 

Over all aku ngasih nilai novel ini 3.5 dari 5. Novel ini sangat cocok buat kalian yang ingin lebih banyak mempelajari nilai-nilai kehidupan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s